Spesifikasi normatif
Mesin fiqih lima mazhab
Bagian paling berisiko di seluruh produk, jadi dijelaskan terbuka. Kesalahan di sini menyebabkan shalat yang tidak sah atau shalat wajib yang ditinggalkan — bukan sekadar tampilan yang salah.
Prinsip yang dipegang
-
Status tidak pernah disimpan
Yang disimpan hanya pengamatan mentah; status selalu dihitung ulang. Karena mesin ini pasti akan direvisi dari umpan balik, status yang tersimpan akan membuat riwayat lama ikut salah selamanya.
-
Setiap putusan membawa rujukan
Tiap gerbang mengembalikan objek penalaran: mazhab, aturan, angka yang dipakai, rujukan kitab, dan penanda keyakinan. Layar "Kenapa begini?" dirender dari objek itu — bukan dari teks yang ditulis manual — sehingga penjelasan tidak mungkin melenceng dari perhitungan.
-
Mesin tidak boleh menebak
Kasus di luar cakupan wajib mengembalikan "perlu rujukan ahli". Tidak ada nilai default "yang paling mungkin".
-
Volume darah bukan penentu hukum
Kekuatan darah ditentukan warna, kekentalan, dan bau. Mencampurkan banyak-sedikit ke dalam perhitungan adalah kekeliruan fiqih, jadi volume disimpan sebagai jurnal saja.
Gerbang penalaran, berurutan
Empat gerbang pertama sama untuk semua mazhab. Hanya gerbang kelima yang bercabang. Urutannya tidak boleh ditukar.
-
Usia
Bila usia di bawah batas baligh menurut mazhab yang dipilih, seluruh darah dinilai darah fasad dan ibadah tetap wajib. Bila tahun lahir tidak diisi, gerbang ini dimatikan dan hal itu dicatat di layar "Kenapa begini?".
-
Nifas dan kehamilan
Dalam masa nifas, status mengikuti aturan nifas sampai batas mazhab (40 atau 60 hari). Pada mazhab yang tidak mengenal haid saat hamil, darah saat hamil dinilai istihadhah.
-
Jarak dari haid sebelumnya
Bila jeda suci lebih pendek dari minimal suci mazhab Anda, darah ini bukan haid baru — ia digabungkan ke rangkaian sebelumnya. Angka ambangnya berbeda: 15 hari pada sebagian mazhab, 13 hari pada Hanbali.
-
Akumulasi darah putus-nyambung
Darah yang berhenti lalu keluar lagi dalam jendela maksimal haid dihitung sebagai satu rangkaian (talaqquth). Yang berbeda antar mazhab hanya apakah masa jedanya terhitung haid atau suci.
-
Bila darah melampaui batas
Barulah di sini mazhab bercabang: resolver mazhab Anda yang menentukan bagian mana yang haid dan bagian mana yang istihadhah. Bila prasyaratnya tidak terpenuhi, resolver wajib menolak — bukan menebak.
Tentatif dan final
Karena darah bisa putus-nyambung, mesin tidak boleh memutuskan "istihadhah" saat darah berhenti di jam ke-20. Ia harus menunggu jendelanya tuntas — dan sampai itu terjadi, statusnya dinyatakan belum pasti.
Status ini bisa berubah. Bila total darah kurang dari batas minimal, shalat yang ditinggalkan wajib diqadha — aplikasi akan menghitungnya untuk Anda.
Catatan Anda masuk kasus yang memerlukan penilaian langsung dari ahli fiqih. Aplikasi ini tidak memutuskannya. Ketuk untuk melihat ringkasan yang bisa Anda tanyakan.
Tamyiz dan aadah
Ini alasan sebenarnya aplikasi menanyakan warna darah. Tamyiz adalah membedakan darah kuat dan darah lemah; aadah adalah kebiasaan Anda sendiri.
Hierarki kekuatan darah
- Hitam
- Merah
- Cokelat
- Kuning
- Keruh
Warna adalah kunci utamanya. Kental lebih kuat daripada cair, dan berbau lebih kuat daripada tidak berbau — keduanya dipakai sebagai pemecah seri, bukan sebagai penentu utama.
Dalam pendapat mu'tamad, aadah sudah terbentuk cukup dengan satu kali haid beserta suci sebelumnya. Ini berbeda dari "rata-rata 3–6 siklus" yang merupakan statistik medis. Di dalam kode keduanya dipisah tegas: aadah untuk hukum, statistik siklus hanya untuk prediksi kalender.
Swatch di atas hanya ilustrasi urutan kekuatan. Di dalam aplikasi, pemilih warna memakai swatch besar dengan label teks dan tanda centang, bukan titik warna saja.
Matriks parameter
Setiap kolom menjadi satu file profil di dalam mesin. Angka-angka ini adalah draf yang terbuka untuk dikoreksi, dan aplikasi menyatakan hal itu kepada pengguna.
| Parameter | Syafi'i | Hanafi | Maliki | Hanbali | Muhammadiyah |
|---|---|---|---|---|---|
| Minimal haid | 24 jam | 3 hari (72 jam) | Tidak ada minimum | 24 jam | Tidak ditetapkan |
| Maksimal haid | 15 hari | 10 hari | 15 hari (mubtadi'ah); mu'tadah = kebiasaan + 3 hari istizhar | 15 hari | Tidak ditetapkan; acuan kebiasaan + rujukan medis |
| Minimal suci antar haid | 15 hari | 15 hari | 15 hari | 13 hari | Tidak ditetapkan; acuan siklus 21–35 hari |
| Maksimal nifas | 60 hari | 40 hari | 60 hari | 40 hari | Tidak ditetapkan; acuan ±40 hari |
| Haid saat hamil | Bisa haid saat hamil | Darah saat hamil dinilai istihadhah | Bisa haid saat hamil | Bisa haid saat hamil | Umumnya tidak |
| Masa jeda di tengah darah | Masa jeda terhitung haid | Terhitung haid bila masih dalam 10 hari | Masa jeda terhitung suci — shalat wajib pada hari itu | Masa jeda terhitung haid | Mengikuti kenyataan; jeda ≥ ambang = suci |
| Resolver | Tamyiz lalu aadah | Aadah lebih dahulu, tanpa tamyiz | Aadah + istizhar 3 hari | Tamyiz lalu aadah | Deviasi dari kebiasaan sendiri |
Parameter per mazhab, sebagaimana diimplementasikan di profil mesin.
Empat resolver mustahadhah
Delapan puluh persen logika mesin identik untuk semua mazhab. Yang benar-benar berbeda secara struktural hanya cara menentukan haid ketika darah melampaui batas.
Tamyiz lalu aadah
Syafi'i, HanbaliCoba tamyiz dulu: darah kuat dinilai haid, darah lemah dinilai istihadhah. Bila tidak bisa dibedakan, kembali ke aadah (kadar dan waktu kebiasaan). Bila kebiasaan belum ada, dipakai batas minimal haid.
Aadah lebih dahulu
HanafiLangsung ke aadah: haid sepanjang jumlah hari kebiasaan, sisanya istihadhah. Bila kebiasaan belum ada, dipakai acuan yang ditandai perlu pemeriksaan rujukan.
Istizhar
MalikiHaid sepanjang kebiasaan ditambah tiga hari istizhar, dibatasi 15 hari. Sisanya istihadhah.
Deviasi kebiasaan
Muhammadiyah (Tarjih)Tidak ada batas angka baku. Haid adalah rentang yang konsisten dengan kebiasaan Anda sendiri, dihitung dari minimal tiga siklus. Bila riwayat kurang dari tiga siklus, status dikembalikan sebagai perlu rujukan ahli — tanpa kebiasaan, model ini tidak punya dasar.
Kasus yang ditolak, di semua mazhab
Kitab rujukan per mazhab
Kitab-kitab berikut adalah rujukan yang dipakai menyusun parameter tiap mazhab. Nomor bab dan halamannya masih dilengkapi: sebuah nomor baru dicantumkan setelah diperiksa manusia terhadap kitab aslinya, dan selama itu belum terjadi aplikasi menampilkan penanda kosong pada putusan tersebut — bukan nomor tebakan. Kutipan yang dikarang lebih merusak kepercayaan daripada tidak ada kutipan.
Syafi'i
الشافعي- Risālah al-Maḥīḍ
- Fatḥ al-Muʿīn
- al-Majmūʿ (Nawawi)
- Bughyat al-Mustarsyidīn
Hanafi
الحنفي- al-Hidāyah
- Radd al-Muḥtār (Ibn ʿĀbidīn)
- Nūr al-Īḍāḥ
Maliki
المالكي- Mukhtaṣar Khalīl beserta syarah
- al-Risālah (Ibn Abī Zayd)
Hanbali
الحنبلي- al-Mughnī (Ibn Qudāmah)
- ar-Rawḍ al-Murbiʿ
Muhammadiyah
الترجيح- Himpunan Putusan Tarjih
- Fatwa Majelis Tarjih tentang haid & istihadhah